- Dibuat pada Senin, 06 Juli 2014 00:00
- Tanggal Diterbitkan
- Ditulis oleh .jhon dumupa
- Dilihat: 415
Tiga Tuntutan Tuhan
Bacaan : Yesaya 1:6-18
"Hai manusia, telah diberitahukan
kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu:
selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati
di hadapan Allahmu?" (Mikha 6:8)
Sebelum kita memahami 3 tuntutan Tuhan
melalui Nabi Mikha kepada Israel dan juga kepada kita orang percaya hari
ini, mari kita perhatikan fakta bahwa keadaan Israel pada zaman itu
jauh dari Tuhan, para imam hidup dalam korupsi. Israel ada dua pilihan:
Anugerah Allah bila mereka bertobat, murka bila mereka tidak mematuhi
tiga tuntutan Allah, yaitu :
Pertama, Tuhan menuntut supaya mereka berlaku adil.
Tuhan menuntut keadilan karena keadilan sudah menjadi barang sangat
langka dan mahal. Yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar. Dapat
dipastikan bahwa sebuah bangsa akan segera bangkrut dan dililit
berbagai persoalan termasuk ancaman perpecahan manakala keadilan
berbanding terbalik. Sebuah keluarga akan terjun bebas menuju kedalaman
kehancuran manakala terjadi ketidak-adilan dalam keluarga tersebut.
Relakah saudara hal itu terjadi? Jika tidak, belum terlambat untuk
memulai sesuatu dalam menghadirkan keadilan di tengah-tengah
ketidak-adilan. Seandainya terlambat, lebih baik terlambat daripada
tidak sama sekali. Tuhan serius dengan keadilan karena dimana ada
keadilan disitu Tuhan ada, dimana Tuhan berada disitu ada mujizat,
kedamaian dan pertolongan.
Kedua, Tuhan menuntut kesetiaan.
Korupsi terjadi kapan dan dimana saja tatkala para pejabat tidak setia
kepada sumpah jabatannya. Perselingkuhan bisa terjadi kapan dan dimana
dan pada siapa saja tatkala salah satu pasangan tidak setia kepada janji
nikah. Ujian kesetiaan biasanya dimulai bukan dari hal yang besar
tetapi selalu dari hal kecil dan sepele. Oleh karena itu jika anda
sedang menghadapi ujian kesetiaan, janganlah menyerah, tetaplah berjuang
karena upah kesetiaan sedang menanti anda. Belajarlah dari perumpamaan
(Luk. 19:11-27).
Ketiga, Tuhan menuntut kerendahan hati.
Sehebat apapun kualitas sebuah teori, metode pendidikan atau apapun
namanya jika tidak mampu membuat manusia lebih manusiawi maka teori dan
metode tersebut telah gagal mencapai tujuannya. Manusia akan menjadi
lebih manusiawi tatkala, dia mempunyai kerendahan hati. Sayangnya,
sepanjang sejarah hidup manusia, dimulai dari Adam dan Hawa sampai
sekarang bahkan sampai kiamat, ktia tidak punya figur rujukan akan
segala sesuatu tentang kerendahan hati, kecuali Yesus Kristus (Filipi
2:5-8).
Doa : Tuhan Yesus, berikan saya
kekuatan dan kemampuan untuk selalu rendah hati, setia, dan berlaku adil
kepada siapa pun, Amin…!!



